Jumat, 05 April 2013

Rangkuman Sosiolinguistik


Sosiolinguistik adalah bidang ilmu antar disiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa itu di dalam masyarakat.
Kegunaan sosiolinguistik adalah memberikan pengetahuan tentang bagaimana menggunakan bahasa. Sosiolinguistik menjelaskan bagaimana menggunakan bahasa itu dalam aspek atau segi sosial tertentu, seperti dirumuskan Fishman (1967:5)bahwa yang dipersoalkan dalam sosiolinguistik adalah, “who speak, what language, to whom, when, and to what end”. Bila di kehidupan praktis kegunaan sosiolinguistik adalah untuk membantu menggunakan bahasa, ragam bahasa, atau gaya bahasa yang tepat bila digunakan dengan berbagai orang yang berbeda; dalam pengajaran bahasa di sekolah, sosiolinguistik juga mempunyai peranan besar. Sosiolinguistik juga dapat memberi sumbangan dalam mengatasi ketegangan politik akibat persoalan bahasa.
Hubungan bahasa dan tingkatan sosial masyarakat bisa dijelaskan dengan terlebih dulu mengerti tentang apa itu tingkatan sosial di dalam masyarakat itu. Adanya tingkatan sosial di dalam masyarakat dapat dilihat dari dua segi: pertama, dari segi kebangsawanan, kalau ada; dan kedua, dari segi kedudukan sosial yang ditandai dengan pendidikan dan perekonomian yang dimiliki. Misalkan saja di jawa, di sana masih terdapat sistem kebangsawanan dan di setiap strata sosialnya itu menggunakan ragam bahasa yang berbeda.
Berbagai variasi bahasa menurut penuturnya dapat dibedakan sebagai berikut, idiolek, dialek, kronolek, dan sosiolek; secara lebih lanjut pembagian variasi bahasa itu adalah akrolek (dialek yang dianggap lebih tinggi), basilek (dialek yang dianggap kurang bergengsi), vulgar (kurang terpelajar), slang (dialek yang bersifat khusus dan rahasia), kolokial (variasi bahasa percakapan), jargon (variasi bahasa terbatas oleh kelompok tertentu), argot (khusus dan terbatas pada profesi tertentu), dan ken (bahasa yang memelas seperti bahasa peminta-minta).
Bilingualisme dan diglosia (suatu situasi yang seimbang di mana dua ragam bahasa dipakai) itu saling berkaitan, walaupun keduanya tidak harus selalu ada dalam setiap kesempatan.
Alih kode adalah di mana seseorang mengganti ragam bahasa yang dipakainya dengan ragam bahasa yang lain, sedangkan campur kode adalah penggunaan dua ragam bahasa dalam satu tindak tutur.
Langage adalah bahasa pada umumnya, bukan merupakan suatu bahasa secara khusus. Langue adalah sebuah sistem lambang bunyi yang dipakai suatu masyarakat tertentu, atau dalam kata lain bahasa secara khusus. Sedangkan parole adalah sikap konkret dari langage dan langue, atau dengan kata lain adalah pengucapan atau tindak berbahasa.
Interferensi dan integrasi sangat berkaitan dengan alih dan campur kode, dan keduanya juga merupakan akibat dari adanya bilingualisme dan diglosia. Interferensi ialah campur kode di mana penggunaan ragam bahasa lainnya itu merupakan suatu kesalahan dan penyimpangan karena menyalahi aturan tata bahasa, biasanya ini terjadi karena penutur memiliki kompetensi yang masih minim, misalkan dalam pembendaharaan kata, di bahasa keduanya (B2). Sedangkan integrasi adalah proses di mana suatu bahasa diserap ke dalam bahasa lain dengan dalih masih kurangnya pembendaharaan kata di pihak resipien.

sumber : Chaer, Abdul. Psikolinguistik ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar